Pages

Rabu, 12 Oktober 2011

Mbah Hebat Dari Kota Malang

Ini adalah inspirasi bagi saya untuk menghargai hidup. Ketika saya malas kuliah dan hanya ingin tidur-tiduran di kosan dan menghabiskan uang orang, juga sibuk memikirkan masa depan.. saya bakal jadi apa nantinya. Apakah saya bisa mengubah hidup saya. Kadang saya tidak yakin dengan kemampuan saya untuk mengubah hidup ini. Beberapa waktu lalu saya menjadi malas-malasan untuk hidup. Tapi tidak untuk sekarang! sepertinya saya "On Fire" untuk menata hidup saya kembali. Sama seperti halnya seperti sang nenek Ini.. yang selalu "on Fire/ Keep fighting" tidak malas untuk bekerja meski usianya benar-benar lanjut usia. Berikut kisahnya...






Saya tidak tahu persis nama lengkapa nenek ini. Pada hari pertama aku diajak teman saya untuk membeli bawang merah di Jalan Bondowo depannya Willis~Kota Malang. Entah siapa awal mulanya mengusulkan untuk membeli bawang di tempat nenek ini. Konon dari kabar angin berhembus si Nenek tidak memiliki tempat tinggal, dan kehidupannya sungguh heartbreaking. Akhirnya pada Sabtu pagi kami berangkat menuju tempat si Nenek menggelar dagangannya. Tepat dugaan saya dan teman-teman.. sungguh heartbreaking. Awalnya kita benar-benar sulit berkomunikasi dengan si Nenek, ya... maklum kita adalah pendatang di Kota Malang, dengan suku Minang. Akhirnya teman saya dengan modal sedikit bisa bahasa jawa halus, ia pun memulai perbincangan tentang si nenek. Si nenek tidak banyak dapat bercerita karena mungkin keterbatasan pendengarannya. beliau hanya bercerita ia sudah lama tinggal disana, siang dan malam ia menunggui dagangannya di tempat tersebut. Setelah tidak berapa lama berbincang, kamipun kembali kepada tujuan awal untuk membeli bawang si nenek. Si nenek mematok harga 1 rajut Bawang merah seharga Rp 15.000, 2 rajut bawang merah Rp 20.000. Teman sayapun memutuskan untuk membeli 1 rajut bawang dengan harga Rp 20.000. Teman saya melakukan hal tersebut untuk membantu sang nenek.


Setelah itu kami pulang, dengan cerita memilukan yang akan kami bagi setelah sampai dikosan nanti, dan tidak pula saya memiliki rencana untuk berbagi cerita dengan foto-foto yang sudah saya ambil tadi di facebook.



Dan beberapa hari kemudian, aku diajak temanku seorang Model untuk hunting Foto ke Candi Singosari. Setelah selesai hunting foto, kamipun makan di Wong Solo, setelah itu kami baru akan melanjutkan untuk kembali ke kosan. Ketika teman saya memaju motornya dengan laju cepat karena ketakutan melewati Jalan Rinjani, tidak sengaja kami melewati warung kecil si nenek. Tampaklah si Nenek dalam kegelepan masi menunggui warung kecil tanpa atap itu. Akupun menceritakan tetantng si Nenek pada temanku. Temankupun mengusulkan untuk membelikan si nenek makanan, akhirnya kami segera memarkir motor si sebuah swalayan untuk membeli beberapa roti dan susu. Setelah itu kami segera ke tempat warung si Nenek.


Temanku segera menghampiri si Nenek dan memberikan beberapa makanan dan mewawancarai si Nenek dengan bahasa jawa Kromo Inggil. Da ternyata, disini yang menyulitkan si nenek berkomunikasi adalah pendengaran si nenek sudah terganggu, hal ini diakibatkan umur sang Nenek sudah kian senja.


Berikut adalah kegiatan temanku dan Si Nenek yang dapat saya rangkum dengan kamera saya.





Owh.. ternyata, si Nenek ternyata memiliki tempat berteduh jikalau hujan, beliau menunjukkan gubuk kecil,terletak di pinggir kali tidak jauh dari tempat ia menggelar dagangannya.




Dan ternyata beginilah kondisi tempat tinggal si nenek. yang disebelahnya adalah sebuah kali, yang penuh dengan kotoran dengan bau menyengat. Saya baru tahu... ternyata dia tinggal di tempat semacam ini




Usut punya usut, teman saya mewawancarai si nenek dengan bahasa jawa halus. Si Nenek ternyata asli Malang, ia bisa hidup begini karena dia tidak memiliki siapa lagi, suami dan anaknya sudah lama tiada. Sholatpun beliau tidak pernah abesen, walau posisi untuk sholatpun tidak sempurna ia lakukan, Setiap pagi ia akan menyapu sekolah di dekat gubuknya tersebut




Um...itu cerita Saya... Sekarang 1:07 tengah malam, apa kabar ya si Nenek? Semoga tidur nyaman ya Nek... Andai sayaseorang Milyader... Saya.... ingin memberikan tempat tinggal yang baik untuk "Mbah" Karena... menurut saya untuk orang Seusia nenek seharusnya menikmati senja di tempat yang benar0benar comfort... Beribadah dengan tenag, steril,.. bla---bla.. Oh My Cute ... semoga Saya bisa Membayar hutang-hutang saya kepada ortu di masa Depan kelak Dan bisa membahagiakan dan berbakti dan selalu disamping mereka ketika di hari tua mereka... amien.. :)



2 komentar:

mahatrywan fhony mengatakan...

kasian neneknya ya yon..
kamu udah nunjukin kok kalo kamu it good lady

bassalbagak mengatakan...

owh... Thank's Rama.. You are so cute ♥
Wish you will change this world in the future :)

Poskan Komentar