Pages

Selasa, 23 Desember 2008

tugas BIK Q

PERANAN PENDIDIKAN IPTEK DI ERA GLOBALISASI


Makalah
Untuk Memenuhi Tugas Akhir Mata Kuliah Bahasa Indonesia Keilmuan
yang dibina oleh Bapak Drs. Heri Suwignyo, M. Pd.


Oleh
Febri Yona
108121415134 (offering C)




UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
Januari, 2009
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada zaman globalisasi sekarang ini, perkembangan iptek pada Negara maju semakin meningkat seiring ditemukannya berbagai alat-alat yang canggih dan mutakhir. Oleh sebab itu, Indonesia sebagai Negara berkembang perlu mempersiapkan diri dalam persaingan global tersebut agar tidak menjadi Negara yang tertinggal. Salah satu cara yang dipergunakan untuk mempersiapkan generasi muda Indonesia adalah dengan mengakomodasikan dan mengantisipasi ilmu pengetahuan teknologi dan seni dilingkungan pendidikan perlu diteruskan dan dikembangkan dalam rangka meningkatkan daya saing dan kemandirian bangsa untuk menyukseskan tujuan negara. Pembangunan kemampuan iptek perlu di arahkan untuk meningkatkan kapasitas dalam penguasaan , pengembangan dan pemanfaatan iptek yang dibutuhkan bagi peningkatan daya saing dan kesejahteraan bangsa.
Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, menciptakan struktur baru, yaitu struktur global. Struktur tersebut akan mengakibatkan semua bangsa di dunia termasuk Indonesia, mau tidak mau akan terlibat dalam suatu tatanan global yang seragam, pola hubungan dan pergaulan yang seragam khususnya dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi.


Berdasarkan latar belakang yang penulis kutip dari sebuah blog bernama Emperdova 31 juli, 2008, penulis tertarik untuk membahas tentang peran iptek di era globalisasi ini yang memprioritaskan pada sumber daya manusia.




1.2 Rumusan Masalah
1) Apakah hakikat landasan dan peranan iptek dalam pendidikan?
2) Bagaimanakah bentuk-bentuk dari pengakomodasian iptek dalam lembaga pendidikan?

1.3 Tujuan Penulisan
1) Mendeskripsikan tentang apakah hakikat landasan iptek dalam pendidikan.
2) Mendeskripsikan bentuk-bentuk pengakomodasian iptek dalam lembaga pendidikan.















II. PEMBAHASAN
2.1 Hakikat Landasn Iptek dalam Pendidikan
Untuk mengetahui penjelasan mengenai hakikat landasan ipteks dalam pendidikan hendaknya kita mengteahui beberapa istilah sebagai berikut ini.
Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diperolah melau berbagai cara pengindraan terhadap fakta , penalaran, instuisi, dan wahyu. Dan dimaksud dengan ilmu pengetahuan adalah pengetahua yang memenuhi landasan :
a. Ontologism
b. epistemologis
c. axiologis
Berikut penjelasan mengenai ketiga landasan tersebut.

1.) Landasan Ontologis
Meliputi obyek yang telaah ilmu, apa yang diketahui oleh ilmu , bagaimaa wujud hakiki dari obyek tersebut, bagaimana hubungannya dengan dya yangkap manusia yang mana seperti diketahui oleh ilmu membatasi obyeknya pada fakta atau kejadian yang bersifat empiris , yang dapat ditangkapoleh indera, baik secara langsung maupun dengan bantuanalat lain (mikroskop, teleskop, dan sebagainya).

2.)Landasan Epistomologi
Pada landasan ini berkaitan dengan proses untuk memperoleh pengetahun ilmiah : bagaimana prosedurnya, apakah yang harus diperhatikan agar diperoleh kebenaran, cara/ teknik/ sarana apa yanag membantu untuk mendapatkannya

3.) Landasan Axiologis
Manfaat atau kegunaan penegetahuan ilmiah itu : untuk apa pengetahuan ilmiah itu dipergunakan, bagaimana kaitannya dengan nilai-nilai moral? Dalam hal ini manusia haus menentukan sendri apakah ilmu itu bermanfaat bagi mnusia atau tidak .
Sedangkan yang dimaksud dengan ilmu pengetahuan tekonologi yang memiliki ketertaitan yang luas dengan kemajuan ilmu pengetahuan teknologi secara menyeluruh atau berpotensi memberikan dukungan yang besar bagi kesejahteraan masyarakat, kemjuan bangsa, keamanan dan ketahanan bagi perlindungan Negara, pelestarian lingkungan hidup, pelestarian nilai luhur bangsa.

Terkait dengan kondisi sumber daya manusia Indonesia yaitu adanya ketimpangan antara jumlah kesempatan kerja dan angkatan kerja. Jumlah angkatan kerja nasional pada krisis ekonomi tahun pertama (1998) sekitar 92,73 juta orang, sementara jumlah kesempatan kerja yang ada hanya sekitar 87,67 juta orang dan ada sekitar 5,06 juta orang penganggur terbuka (open unemployment). Angka ini meningkat terus selama krisis ekonomi yang kini berjumlah sekitar 8 juta.
Tingkat pendidikan angkatan kerja yang ada masih relatif rendah. Struktur pendidikan angkatan kerja Indonesia masih didominasi pendidikan dasar yaitu sekitar 63,2 %. Kedua masalah tersebut menunjukkan bahwa ada kelangkaan kesempatan kerja dan rendahnya kualitas angkatan kerja secara nasional di berbagai sektor ekonomi. Lesunya dunia usaha akibat krisis ekonomi yang berkepanjangan sampai saat ini mengakibatkan rendahnya kesempatan kerja terutama bagi lulusan perguruan tinggi. Sementara di sisi lain jumlah angkatan kerja lulusan perguruan tinggi terus meningkat. Sampai dengan tahun 2000 ada sekitar 2,3 juta angkatan kerja lulusan perguruan tinggi. Kesempatan kerja yang terbatas bagi lulusan perguruan tinggi ini menimbulkan dampak semakin banyak angka pengangguran sarjana di Indonesia.
Rendahnya SDM Indonesia diakibatkan kurangnya penguasaan IPTEK, karena sikap mental dan penguasaan IPTEK yang dapat menjadi subyek atau pelaku pembangunan yang handal. Dalam kerangka globalisasi, penyiapan pendidikan perlu juga disinergikan dengan tuntutan kompetisi. Oleh karena itu dimensi daya saing dalam SDM semakin menjadi faktor penting sehingga upaya memacu kualitas SDM melalui pendidikan merupakan tuntutan yang harus dikedepankan.
Dalam dunia pendidikan, perlu adanya penerapan landasan-landasan iptek, yang mana, maksut dari penerapan landasan ini adalah penggunaan dan pemakaian serta implementasi dari hasil penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di dalam kegiatan ataupun lembaga pendidikan untuk mendayagunakan hasil iptek tersebut bagi kepentingan bersama.
Salah satu problem struktural yang dihadapi dalam dunia pendidikan adalah bahwa pendidikan merupakan subordinasi dari pembangunan ekonomi. Pada era sebelum reformasi pembangunan dengan pendekatan fisik begitu dominan. Hal ini sejalan dengan kuatnya orientasi pertumbuhan ekonomi.
Setelah mengetahui istilah dan masalah yang telah dibahas diatas dapat disimpulkan bahwa landasan iptek dalam dunia pendidikan adalah berbagai perkembangan cabang ilmu pengetahuan dan teknologi yang akan mendorong dan memberikan pegangan dunia pendidikan dalam tugasnya mendidik dan mengajar anak. Pada hakikatnya iptek merupakan landasan penting yang harus ada dalam lembaga pendidikan, sebab melalui pelaksaan iptek yang baik dan benar pemanfaatannya dapat dirasakan untuk kesejahteraan bersama dan kemajuan bangsa. Hal ini nantinya akan menjadi salah satu tolok ukur lembaga pendidikan dalam mengakomodasian kegiatan belajar mengajar.
Sedangkan peranan iptek dalam sasaran utama adalah demi kemajuan bangsa dan menyukseskan tujuan Negara, jika pelaksanaannya lancar dan sukses dalam dunia pendidikan, dan tentu saja pencapaian tujuan Negara akan menjadi lebih mudah, dan kualitas sumber daya manusianya serta martabat bangsa akan diakui dunia intenasional.
Pengantisipasian intek yang dilakukan sedini mungkin akan menghasilkan banyak calo pakar iptek dimasa yang akan dating yang sadar akan pentingnya pemanfaatan sarana dan hasil iptek untuk kesejahteraan masyarakat. Dengan semakin banyaknya siswa yang dibekali dengan penerapan iptek maka akan semakin banyak siswa yang berminat menjadi peneliti atau pakar iptek yang nantinya akan melahirkan bibit-bibit kemajuan bangsa.
2.2 Bentuk-bentuk Pengakomodasian Iptek dalam Lembaga Pendidikan

Sejauh ini lembaga pendidikan Indonesia sudah mengakomodasikan kegiatan belajar mengajar yang telah dimulai sejak sekolah dasar . Beberapa bentuk pengakomodasian ini diharapkan dapat mewujudnkan pengembangan iptek guna mempersiapkan generasi muda atau sumberdaya manusianya dalam persainagn global. Dalam hal ini yang dimaksud dengan pengembangan iptek adalah kegiatan ilmu dan pengetahuan yang bertujuan memanfaatkan kaidah dan teori ilmu pengetahuan yang telah terbukti kebenarannya untuk meningkatkan fungsi, manfaat, dan aplikasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada, atau teknologi baru.

Di Negara kita terdapat banyak bentuk pengakomodasian iptek dalam lingkungan pendidikan misalnya :
• Observasi
• perhitungan
• pengukuran
• klasifikasi
• mencari hubungan ruang dan waktu
• pembuatan hipotesis
• pengendalian variable
• interpretasi data
• kesimpulan
• penerapan
• komunikasi

Di bawah ini akan dijelaskan beberapa bentuk pengakomodasian iptek tersebut.
a. Hipotesis
hipotesis adalah ususlanketerangan untuk gejala suatu hal. Hipotesi yang biasa disebut asumsi atau pemahaman sementara sebelum adanya pembuktian, merupakan factor penting yang seharusnya diajarkan sejak dini pada peserta didik. Melalui berbagai asumsi-asumsi tersebut, maka jiwa peserta didik akan tergelitik untuk mencari pembuktian dari asumsi-asumsi tersebut. Sehingga terselenggara penelitian atau observasi untuk membuktikan kebenarantersebut pada tingkat yang lebih efektif dan akurat.

b. Interpretasi data
Interpretasi data menjadi dasar untuk membuat kesimpulan/interpretasi. Melalui hal ini siswa akan terpacu untuk aktif mencatat dan menyimpan data. Data yang ada tersebut akan menjadi bahan dan sumber informasi untuk menguatkan hasil observasi yang mereka kumpulkan.

c. Pengukuran
Pengukuran adalah penentuan besaran, dimensi, atau kapasitas, biasanya terhadap suatu standar atau satuan pengukuran. Pengukuran tidak hanya terbatas pada kuantitas fisik, tataapi juga dapat diperluas untuk hamper semua benda yang bias dibayangkan, seperti tingkat ketidakpastian. Pengukuran adalah perbandingan dengan standar. Dengan mnggunakan berbagai metod-metode riset tersebut termasuk metode pengukuran diharapkan siswa dapat lebih ktif dn inovatif dalam melakukan observasi.

d. Penelitian (Observasi)
Penelitian iptek adalah kegiatan yang dilakukan menurut kaidah dan metode ilmiah secara sistematis untuk memperoleh informasi, ata, dan keterangan yan berkaitan dengan pemahaman dan pembuktian kebenaran atau tidak kebenaran suatu asumsi atau hipotesis dibidang ilmu penegetahun teknologi serta menarik kesimpulan ilmiah bagi keperluan kemajuan ilmu pengetahuan teknologi itu sendiri.
Sedangkan penelitian atau observasi itu sendiri adalah metode ilmiah yang dilakukan melalui tahap-tahap yang sistematis. Melalui kegiatan penelitian yang dilakukan oleh siswa, diharapkan memreka dapat memiliki keterampilan untuk menyelesaikan masalah dan menciptakan atau menemukan inovasi baru dimasa yang akan datang.


e. Eksperimen
Eksperimen adalah suatu set tindakan pengamatan, yang dilakukan untuk mengecek atau menyalahkan hipotesis atau mengenali hubungan sebab-akibat terhadappengetahuan. Tindakan ini hampi sama dengan observasi, hanya saja dalam eksperimen ini siswa akan lebih sering cenderung berhubungan dengan benda-benda berbau teknologi dalam proses kegiatannya.
Salah satu cara eksperimen teknologi dlam media pembelajaran adalah dengan mengintegrasikan teknologi kedalam proses pembelajaran. Berbagai model yang dituangkan oleh para ahli, gambar berikut adalah model integrasi teknologi dalam proses pembelajaran.

Teknologi (ICT) berperan 3 fungsi :
- Memberikan kondisi belajar yang menyenangkan dan mengasikkan (efek emosi).
- Membekali kecakapan dalam menggunakan teknologi tinggi.
- Mempermudah dan mempercepat pekerjaan serta juga memperluas variasi, teknik-teknik melakukan variasi, analisis, interpretasi dan sebagainya.
III. PENUTUP
Simpulan
Landasan iptek dalam dunia pendidikan memiliki arti bahwa iptek mendorong dan memberikan pegangan kepada dunia pendidikan untuk melaksanakan tugasnya dalam mendidik dan mengajar anak. Dengan adanya pengakomodasian dan pengantisipasian ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di lingkungan pendidikan diharapkan akan terciptanya para ahli dan pkar iptek di kemudian hari yang berguna membawa kemajuan dan kesejahteraan bangsa. Hal ini perlu terus dikembangkan dalam rangka dalam persaingan global untuk meningkatkan daya saing dan kmndirian bangsa dan mempercepat pencapaian tujuan Negara. Selain itu pengembangan dan pnerapan iptek di lingkungan pendidikan diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dalam penguasaan, pengembangan dan pemanfaatan iptek yang dibutuhkan bagi penigkatan daya saing dan kesejahteraan bangsa. Oleh sebab itu, iptek perlu diakomodasikan kepada peserta didik sejak dini.

Saran
Sebaiknya pendidik, siswa, orantua dan masyarakat dan pemerintah turut berperan aktif dalam pengakomodasian dan pengantisipasian iptek didalam lembaga pendidikan sehingga pemanfaatan iptek dapat segar dirasakan untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa.








Rujukan
Suriasumatri,S. Jujun., dan Joni, Raka. 1978. Pengertian Ilmu Pengetahuan (online), (http:// journal.kera-ngalam.com/ diakses 11 November 2008).
Deva. 2008. SDM Indonesia dalam Persaingan Global, (online), Jilid 1, No.3 (http://www.emperordeva.blogspot.com. Diakses 11 November 2008)

0 komentar:

Poskan Komentar